Separated

•February 26, 2007 • 2 Comments

If love was a bird then we wouldn’t have wings
If love was the sky we’d be blue
If love was a choir you and I could never sing
‘Cos love isn’t for me and you
If love was an Oscar you and I could never win
‘Cos we could never act out our parts
If love is the Bible then we are lost in sin
‘Cos it’s not in our hearts

Just go on your way
And I’ll go mine
Live your life
And I’ll live mine
You’ll do well
And I’ll be fine

‘Cos we’re better off… Separated

If love was a fire then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light then we’re lost in the dark
Left with no-one to hold
If love was a sport we’re not on the same team
And you and I are destined to lose
If love was an ocean then we are just a stream
‘Cos love isn’t for me and you

I know we had some good times
It’s sad but now we gotta say goodbye
You know I love you I can’t deny
Can’t say we didn’t try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it’s best for us
Somewhere along this winding road we lost the trust
So I’ll walk away so you don’t have to see me cry
It’s killing me so, why don’t you go

I’m sorry we didn’t make it…

From : Someone
To : Someone

Now Who’s The Fool

•February 22, 2007 • Leave a Comment

Now we’re back in business deals
And it seems like we’ll never be
All this spin and I heard just keeping telling. Words
But I’m lying now that you’re (not) mine
And comes the fire to make me sure
That your full lies we’ve had co prepared
Oh I just can’t resist that a long going kissing
Oh no I can’t , I can’t let it in

Now who’s the fool
That taking everything and he always won’t go
Now who’s the fool
We see the doubt we had the pressure do we know?
Now I’m looking at you
What’s the play to me
Now I’m not that sure I’m not the fool

Now I’m keep
I see you waiting and I know you try to make me again
But oh please don’t keep it up if you have none doubt let to show
But I can’t let go

Now who’s the fool
But take everything and always want more
Now who’s the fool
See the times we’ve had
Too precious do you know
Now I’m looking at you
What’s against/ok to me
Now I’m not that sure I’m not the fool

Now I’ve found there all
So all like this
Put down this lonely little sacrifice
Now tears are around they’re falling through my eyes
Now not another regrets since the day we met
So much all words that I’ve heard won’t give wise things you say

Now who’s the fool
But take everything and always want more
Now who’s the fool
See the times we’ve had
Too precious do you know
Now I’m looking at you
What’s the play to me
Now I’m not that sure I’m not the fool

Tan Malaka, 19 Februari 1949

•February 19, 2007 • Leave a Comment

Hari ini kucoba kembali membuka tumpukan-tumpukan lama didalam hard disk kecilku, dan kutemukan sebuah file yang sangat lama dan hampir tidak pernah kubuka lagi. Ini adalah salah satu bentuk representitatif era globalisasi yang makin menggila. Membuka buku dengan EYD lama tanpa kutu buku dan debu. Fuih…!!! Dengan radang tenggorakan yang sangat membuatku kesal, kucoba membaca kembali buku “Dari Pendjara Ke Pendjara” karya Tan Malaka.

Dari Pendjara ke Pendjara

Mari kita merenung sejenak detik-detik kematian Tan Malaka…

Setelah Tan Malaka lepas dari penjara pada September 1948 dan kepulangan Muso dari Moskow terjadi bentrokan yang kesekian kalinya di Madiun antara tentara Indonesia dengan PKI. Dan akhirnya klaim pertama kali dari presiden Soekarno akan kudeta PKI dikeluarkan. Dimulailah pengejaran terhadap anggota PKI oleh tentara.

Pada hari Ulang Tahun Revolusi Russia yaitu tanggal 7 November 1948, Tan Malaka berserta beberapa kawannya mendirikan Partai Murba yang membawahi lebih dari 80.000 anggota. Dimana Partai Murba ini menginginkan pembentukan Negara Sosialis Indonesia pada saat itu (Helen Jarvis, “Tan Malaka: Revolutionary or renegade?” Bulletin of Concerned Asian Scholars, 1987).

Para pemuda di Partai Murba melakukan perang gerilya terhadap tentara Belanda dengan membentuk 35 satuan perang gerilya di Jawa Timur. Dan penyerangan dilakukan oleh tentara Belanda pada 19 Desember 1948. Diakhiri dengan larinya para pasukan dibawah Tan Malaka ke gunung untuk melakukan perlawanan secara gerilya. Disisi lain Soekarno – Hatta sedang melakukan negoisasi politik dengan pihak Belanda dan mengklaim gerakan yang dilakukan oleh Tan Malaka dengan pasukannya adalah gerakan pemberontakan, bukan gerakan kemerdekaan. Dimana perlawanan yang dilakukan oleh para pemuda Partai Murba itu adalah perlawanan terhadap tertara Belanda.

Sebuah permintaan pun turun dari pemerintah Belanda untuk membungkam para pemuda partai Murba dibawah pimpinan Tan Malaka. Dan penyerangan yang tak terduga pun dilakukan oleh tentara Indonesia atas dasar sebuah maneuver politik Soekarno – Hatta. Dan penangkapan Tan Malaka pada saat itu tidak membawanya kembali ke penjara karena penembakan atas dirinya pun dilakukan di salah satu belantara hutan di Jawa Timur pada tanggal 19 Februari 1949.

Selama hidupnya Tan Malaka selalu melakukan perlawanan terhadap para penguasa dan kolinial Belanda. Dengan mementahkan segala bentuk negoisasi yang dilakukan oleh para kelas mapan demi kepentingan modal. Baginya sederhana,”Belanda tidak berhak atas apapun atas negeri ini”. Tetapi idealisme ini sangat bertentangan dengan Soekarno – Hatta. Apakah ini bentuk karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya? Penjilat akan modal…
Tidak heran kondisi negara ini akan selalu carut marut…

Dhani
yang mencoba memperingati 58 tahun kematian Tan Malaka seorang diri.

tan-malaka-01.jpgtan-malaka-02.JPG

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.